Entah karena kasih sayang yang terlalu besar kepada sang anak dan ketaatan pada Tuhan, atau memang akal sehat yang telah sakit.
Seorang ibu tega menghabisi nyawa putrinya yang diduga sedang dirasuki iblis. Banyak cerita-cerita tentang eksorsisme di dalam lingkungan keluarga seperti yang tersohor,kasus Anneliese Michel dan juga kasus yang diangkat ke film lainnya. Tapi daripada melihat film di layar lebar kasus Juanita Gomez lebih dari sekedar "film horor."
Geneva Gomez saat itu masih belia, 33 tahun ketika ibunya, Juanita Martinez Gomez, menikamnya sampai mati dalam pembunuhan yang sangat mengerikan. Kejadian itu terjadi sekitar tanggal 27 Agustus 2016, ketika pacar Jenewa, Francisco Merlos, tiba di rumah Geneva di Oklahoma City, menemukan jasad wanita kesayangannya itu.
Polisi menangkap Juanita atas pembunuhan Geneva, yang tubuhnya ditemukan di lantai rumah ibunya dengan tangan terentang seolah-olah dia telah disalibkan, Di atas dadanya ada salib kayu besar. Wanita muda malang itu telah ditikam dan dipukuli secara brutal di bagian wajah dan kepalanya.
"Dia berbaring di lantai dengan tangan terbuka dan Anda tidak bisa mengenalinya," kata pacar korban, Francisco Merlos, di pengadilan. "Kamu tidak bisa mengenali wajahnya sama sekali."
Merlos menemukan mayatnya setelah Juanita Gomez mengundangnya ke rumahnya, tampaknya tidak banyak upaya untuk menyembunyikan kejahatan itu. Memang, Juanita segera mengaku kepada polisi, mengatakan kepada mereka bahwa dia telah menekan salib serta medali agama ke tenggorokan putrinya. Setelah itu, dia membaringkan tubuh putrinya di lantai dengan gaya penyaliban dan meninggalkan salib itu sendiri di atas mayat.
Juanita melakukan semua ini, menurut pernyataannya kepada polisi dan kesaksian Merlos, karena dia yakin putrinya telah dirasuki setan.
Menurut Merlos, saat pertama kali menemukan mayat wanita idamannya, Juanita sedang berdiri sambil terus mengomel tentang iblis. Kemudian, Juanita mengakui perbuatannya kepada polisi bahwa putrinya telah berbicara dalam bahasa roh dengan suara iblis. Juanita mengklaim dia perlu melakukan eksorsisme pada Juanita, lalu ia meninju putrinya berulang kali sampai wajahnya tidak lagi dikenali, sambil menggunakan salib untuk menikam putrinya dan memaksa masuk simbol-simbol agama ke tenggorokan korban hingga darah keluar dari mulut wanita itu
Mengingat rincian seperti itu, pengacara Juanita berniat menggunakan pembelaan untuk memeriksa mental pelaku di persidangan, tetapi ternyata setelah psikolog memeriksa kondisi mental Juanita, tidak ditemukan keanehan apapun. Jadi bisa dibilang pelaku ini sadar dan dalam keadaan bisa diadili karena mentalnya tidak terganggu. Malahan selama persidangan, Juanita diketahui beberapa kali pura-pura hilang ingatan untuk menyiasati vonis. "sangat berpura-pura masalah ingatan agar tampak tidak kompeten."
Tapi ya usaha Juanita ini gagal dan hakim tetap melanjutkan proses hukuman dari Juanita. Dengan Juanita Gomez yang telah dinyatakan fit untuk diadili, proses sekarang telah bergerak cepat.
Juanita akan menjadi ibu Amerika kedua yang diadili setelah berusaha menyingkirkan putrinya dari iblis menggunakan metode yang mengerikan. Pada Juni 2017, Polisi di Humboldt County, California menangkap Kimberly Felder setelah dia terlihat memukuli, menggigit, dan mencekik putrinya yang berusia 11 tahun di pantai setempat dalam upaya pengusiran setan. Untungnya, dalam kasus Felder, korban selamat.
Juanita ditahan dan didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama. Dia mengaku tidak bersalah dengan alasan kegilaan. Mantan pacar korban, Francisco Merlos, yang memberikan kesaksian di persidangan, juga dilaporkan mengatakan kepada pengadilan tentang keadaan dia melihat tubuh tak bernyawa ketika dia mengunjungi rumah calon mertuanya.
Sementara itu, pemeriksa medis yang menganalisis tubuh Geneva ditemukan serangkaian luka mengerikan di kepala dan wajah dan menetapkan penyebab kematian sebagai trauma benda tumpul.
Ketika ditanya tentang memar di tangannya sendiri, Juanita Gomez mengatakan kepada polisi bahwa ini hasil dari pertempuran Geneva untuk "mengusir Setan dari tubuh putrinya." Dengan keterangan saksi dari Merlos dan pengakuan Juanita Gomez sendiri, Hakim memvonis dan menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.
Juanita sempat mengajukan banding pada 2018 , namun bandingnya tidak diterima pengadilan.
Dalam cuplikan dari dakwaannya pada tahun 2016, Juanita mengatakan berkali-kali bahwa dia percaya pada Tuhan, sebelum mengeluh tentang kondisi di sel penjaranya.
Berbicara tentang pengacara yang dia klaim, dia berkata: "Ya, Tuan, dia percaya pada Tuhan seperti saya."



Posting Komentar