Di dunia ini ada banyak sekali komik atau film dengan genre superhero, yang muncul di universenya masing-masing. Mulai Superman dari DC,Iron Man dari Marvel maupun superhero lokal Gatot kaca. Tapi tahukah anda, bahwa di luar sana, dalam kehidupan sehari-hari ada sosok manusia yang kesehariannya bertindak sebagai Superhero ? Kita tidak membicarakan pahlawan tanpa tanda jasa atau apapun yang berkaitan dengan itu. Tapi ini soal superhero yang memakai kostum dan membantu memberantas kejahatan. Ya di Amerika Serikat sosok superhero ini pernah mencuat dalam satu dekade terakhir, Superhero itu bernama Phoenix Jones. 


Di atap-atap Seattle seorang superhero mengawasi keadaan kota, walaupun kota tersebut tidak membutuhkannya. Dengan baju besi seharga $ 10k, Phoenix Jones bergegas menuruni tangga darurat dan melintasi gang-gang di pusat kota Seattle malam demi malam. Superhero ini sedang dalam misi untuk membuat Seattle menjadi tempat yang lebih aman. 


Sosok dibalik topeng Phoenix Jones adalah Benjamin Fodor dia bertindak sebagai seorang vigilante berkostum yang mulai berpatroli di jalan-jalan Seattle lebih dari satu dekade yang lalu: menghentikan pencuri mobil, mencegah pengemudi mabuk memasuki kendaraan mereka, membubarkan perkelahian.



      Sosok dibalik Superhero



Lahir di Texas, Ben Fodor adalah anak biasa yang belajar beladiri dengan saudaranya, Carlos. Keduanya akhirnya secara tekun mempelajari seni gulat dan cukup ahli sampai-sampai mengambil martial arts. Pada saat keduanya memasuki masa awal dewasa, mereka sudah bertarung secara profesional, dan Carlos bahkan berhasil masuk ke UFC. sementara karir Ben membawanya ke Seattle, dimana peristiwa yang menentukan akan selamanya mengubah hidupnya.

Suatu malam Fodor sedang berjalan kembali ke mobilnya di pusat kota Seattle bersama putranya. Keduanya mendapat pengalaman buruk ketika mobilnya telah dibobol penjahat lokal. Putra Ben tersandung dan melukai dirinya sendiri setelah menabrak pecahan kaca, hal ini memicu sesuatu dalam diri Ben Fodor. Pada saat itu, dia bersumpah tidak akan pernah membiarkan rasa sakit menimpa putranya lagi. Kemudian, setelah mempertimbangkan masalah yang dihadapi kotanya dengan kejahatan dan lambatnya tindakan kepolisian, Ben memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.

Ben membeli tuksedo sobek dan membawanya ke atap. Dari sana, dia mengawasi jalan-jalan kota di malam hari. Ketika ia melihat ada tindak kriminal di sekitarnya, Ben bergegas menuruni tangga darurat untuk memberantas kejahatan. Sayangnya, tindakannya malah membahayakan dirinya sendiri dan orang-orang yang terkait dengannya. Jadi, Ben menciptakan persona Phoenix Jones dan menginvestasikan $ 10k untuk membuat baju besi lengkap dengan rompi antipeluru, helm canggih, dan sabuk utilitas yang penuh dengan alat dan gadget yang berguna.

Dia menjadi terkenal ketika warga membandingkan cerita tentang pria bertopeng yang muncul dari bayang-bayang untuk datang menyelamatkan mereka. Kemudian cerita-cerita itu berkembang. Pada satu titik, dikatakan bahwa Jones telah menggagalkan rencana teroris. Dia telah ditembak dan ditikam dalam mengejar keadilan.

Selama bertahun-tahun, Phoenix Jones mengklaim telah menghentikan lebih dari 100 penjahat. Selama karirnya yang panjang, Phoenix Jones memang mempertaruhkan nyawanya dan telah ditikam dan ditembak di beberapa kesempatan. Namun, bahaya tampaknya tidak menghalangi dia. Superhero bertopeng ini berkomitmen untuk membasmi kejahatan di kotanya. Sedemikian rupa sehingga Fodor akhirnya mendirikan Kolektif Rain City Superhero. Kelompok superhero vigilante ini berpatroli di Seattle setiap malam untuk mencegah kejahatan di setiap sudut jalan.

     Superhero  yang jadi Jahat

Phoenix Jones, seperti superhero pada umumnya, menempatkan dirinya dalam bahaya untuk melindungi kotanya dan kemanusiaan itu sendiri. Dalam beberapa hari berlalu, dia memiliki reputasi yang sangat baik di mata polisi setempat. 

Akan tetapi semua sepak terjang kepahlawanannya seakan sirna ketika Jones beberapa kali ditangkap karena diduga terlibat dalam beberapa tindak kriminal. Seperti yang terjadi pada tahun 2011, CNN mengumumkan bahwa polisi Seattle telah menangkap Phoenix Jones. Menurut laporan itu, Phoenix Jones "datang dari belakang menyemprot dengan merica" orang-orang yang sedang "berdansa dan bersenang-senang" ketika mereka meninggalkan klub malam di pusat kota Seattle.  Phoenix Jones ditangkap sekitar pukul 02:30 Minggu saat masih mengenakan kostum superheronya, lengkap dengan rompi anti peluru dan barang bukti berupa dua kaleng semprotan merica.

Laporan polisi oleh Petugas Hosea Crumpton mengutip seorang wanita yang disemprot mengatakan empat korban "mulai menari dan bermain-main satu sama lain. Tiba-tiba dia melihat seseorang ... berlari cepat menuju kelompoknya."

Phoenix Jones atau Ben Fodor  menyemprot keempat korban dengan semprotan merica, menurut laporan itu.

Fodor lalu memberi kesaksiannya kepada polisi bahwa dia "berlari ke kerumunan untuk membubarkan perkelahian. Ada yang beranggapan tindakan yang dilakukan Ben Fodor adalah imbas dari dirinya yang kehilangan pekerjaan. Ben Fodor menurut beberapa sumber juga dikatakan telah kehilangan pekerjaannya sejak tahun 2011. 

Kemudian pada tahun 2020, setelah sembilan tahun kejadian penyerangannya di Klub malam, menurut stasiun televisi Seattle KOMO, Fodor, sang pendiri Superhero kolektif Rain City kembali berurusan dengan pihak berwajib, karena diduga menjual Narkoba kepada Detektif kepolisian anti narkotika.

Seorang saksi mengatakan kepada detektif bahwa mereka tidak percaya Fodor belum ditangkap oleh pihak berwenang, membuka jalan bagi operasi penyamaran yang dirancang untuk menangkap sang Superhero. Operasi mengungkapkan Fodor menjual obat terlarang jenis ekstasi seberat 7,1 gram ke seorang detektif yang menyamar pada 21 November 2020 di Starbucks di 999 3rd Avenue.

Menurut dokumen pengadilan, polisi mengatakan Fodor dibayar $300 melalui Venmo sebelum kesepakatan, membayar $200 lagi secara langsung, setelah diduga menjual barang haram tersebut kepada polisi yang menyamar dalam kesepakatan yang dibuat di Starbucks di 3rd dan Madison.

Polisi mengatakan mereka juga terlibat dalam serangkaian pesan yang diwarnai dengan seks dan narkoba dengan Fodor yang mencoba mengatur pembelian narkoba pada hari Thanksgiving dan mengatur pertemuan dengan seorang petugas wanita yang menyamar pada 9 Januari dan teman-teman di mana Fodor “akan membawa kokain untuk dibagikan selama berpesta”

Fodor dan komplotannya ditahan di hotel area stadion. Polisi mengatakan mereka menemukan sebuah kotak penuh obat-obatan saat penyergapan.

Sumber :


https://www.grunge.com/249744/what-happened-to-phoenix-jones/

https://www.theguardian.com/tv-and-radio/2022/apr/12/the-superhero-complex-masked-man-real-life-inspired-podcast-phoenix-jones

https://tilln.com/season-4/phoenix-jones-this-is-seattles-real-life-vigilante-superhero/

https://www.npr.org/sections/thetwo-way/2011/11/03/141993004/seattle-superhero-phoenix-jones-loses-his-day-job

https://abcnews.go.com/US/citizen-superhero-phoenix-jones-arrested-seattle/story?id=14704985

https://www.capitolhillseattle.com/2020/01/capitol-hill-masked-superhero-phoenix-jones-charged-for-selling-molly-at-the-westlake-starbucks/

https://mmajunkie.usatoday.com/2020/01/phoenix-jones-crime-fighting-superhero-arrested-drug-dealing

https://www.washingtonpost.com/blogs/blogpost/post/phoenix-jones-real-life-seattle-superhero-arrested-for-pepper-spray-assault/2011/10/11/gIQAY1oTcL_blog.html


Post a Comment